Selasa, 27 Desember 2011

Totopong Ikon Urang Sunda

source : www.kotabogor.go.id

Senin, 26 Desember 2011 00:00
kotopong11Sekitar tahun 1450 sebelum masehi, tepatnya pada masa kerajaan Pajajaran, para leluhur yang berasal dari tatar sunda menggunakan totopong (ikat kepala) sebagai alat perlindungan dan identitas diri.
Bahkan, sejak dulu pemakaian totopong telah menjadi simbol perlawanan rakyat melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Pada era kemerdekaan, totopong dijadikan alat membedakan kelompok penjajah dan kelompok pejuang saat terjadi perang. Penggunaannya totopong juga menjadi simbol pemersatu masyarakat dan pengobar semangat.

Sebagai masyarakat agraris, para leluhur sunda tidak terlepas dari kegiatan bercocok tanam. Pada zaman itu, ketika hendak bercocok tanam, para leluhur menggunakan totopong di kepala sebagai pelindung dari sengatan matahari dan gangguan hewan.

“Sedangkan fungsi totopong sebagai simbol identitas diri dilihat dari ragam pola mengikatnya. Bentuk ikatan totopong menunjukkan status sosial seseorang di masyarakat., cara mengikat totopong antara bangsawan dan rakyat berbeda,”ungkap salah satu Budayawan Bogor Dadang Padmadiredja, Senin (26/12/2011)
          
Menurutnya, hingga kini terdapat dua puluh dua ragam cara mengikat totopong dikepala, kendati tampak rumit namun secara filosofis terdapat makna dibalik itu semua.

kotopong12
“Penggunaan totopong di atas kepala bermakna sebagai upaya seseorang mengikat hal-hal baik dalam dirinya. Dalam budaya Sunda, dari semua anggota tubuh yang ada, kepala merupakan bagian terpenting. Tak ayal, kepala kerap diidentikan dengan kemuliaan yang difitrahkan,”ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, totopong telah menjadi sebuah ikon urang sunda. Kini penggunaan Totopong mulai dikampanyekan lagi oleh budayawan di Kota Bogor bahkan guru di dua Sekolah di Kota Bogor yakni SDN Semplak 2 Bogor Barat dan SDN Sindang Sari Bogor Tengah, setiap Kamis rutin menggunakan totopong.  

Penggunaan totopong yang kini terus dikampanyekan di Kota Bogor juga mendapat apresiasi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.  “ Kita mendukung penggunaan totopong yang menjadi ciri khas urang Sunda, “ kata Heryawan saat menghadiri Kampanye Tertib Lalu Lintas yang digelar Polres Bogor Kota di Lapangan Sempur Bogor beberapa waktu lalu.

Sebelumnya pihak Pemerintah Kota Bogor melalui Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan, dan Asisten Tata Praja Ade Syarif juga menyatakan dukungan terhadap penggunaan totopong yang menjadi ciri khas urang Sunda.

Dadang berharap bahwa, pemakaian totopong bisa benar-benar mewakili budaya Sunda. “Banyak cara yang dilakukan untuk menunjukan kecintaan masyarakat terhadap budayanya, salah satunya dengan mengenakan ikat kepala yang bernama totopong,”pungkasnya. (yan)

1 komentar:

  1. baru tahu tuh, ikat kepala yg biasa dipek org sunda namanya totopong, filosofiny juga sngat bagus, klo dijawa biasanya pake blankon, nice share sob, mnambah wawasan pninggglan lluhur

    BalasHapus