Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2011

Anggaran Pendidikan Kota Bogor

source : www.kotabogor.go.id

Anggaran Pendidikan Kota Bogor Lampaui Ketentuan 20% Dipuji Dewan
Senin, 05 Desember 2011
Dalam Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor 2012, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor memuji alokasi anggaran pendidikan telah melampaui ketentuan sebesar 20%.
 
 
 
Alokasi anggaran pendidikan yang mencapai sebesar 34,38% menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Bogor mencerdaskan warganya.  Pujian tersebut mencuat dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Bogor, Senin (5/12/2011).

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bogor Mufti Faoqi, mengagendakan pemandangan umum fraksi-fraksi tentang Raperda APBD 2012.

“Kami mengapresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bogor dalam rangka peningkatan bidang pendidikan guna mencerdaskan bangsa yang secara konsisten dan berkesinambungan telah mengupayakan pengalokasian anggaran pendidikan sebesar 34,38% dari jumlah belanja daerah,” kata Yus Ruswandi dari Fraksi Golkar Hanura dalam pemandangan umum.

Angka di atas, lebih besar dari batas minimal yang diamanatkan Peraturan Pemerintah No. 48/2008 tentang pendanaan pendidikan jo. Permendagri No 22/2011. Khususnya pasal 2 ayat 1 huruf e yang selanjutnya dijelaskan dalam lampirannya nomor V.3 sekurang-kurangnya sebesar 20%.

Hal senada juga dikatakan Muas HD dalam  pemandangan umum Fraksi Keadilan Sejahtera dan Suparman Supanji dari Fraksi Gerakan Amanat Bintang Persatuan.

“Fraksi GABP mengapresiasi pengalokasia anggaran untuk pendidikan yang telah melebihi ketentuan 20%,” tambah Suparman.

Sedangkan Muas menambahkan total anggaran belanja untuk pendidikan dalam RAPBD 2012 adalah sebesar Rp68 Milyar. Ini berarti ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 65 Milyar.  Meski demikian, kenaikkan tersebut perlu ditingkatkan mengingat masih banyaknya masalah di dunia pendidikan antara lain masalah sarana dan prasarana, kualitas pengelolaan pendidikan, kualitas guru dan kepala sekolah.

“Pemerintah Kota Bogor diharapkan tidak hanya memberikan perhatian dalam pemeliharaan gedung sekolah negeri, tetapi pemerintah juga perlu memberikan bantuan bagi sekolah swasta, terutama bagi sekolah yang siswanya banyak berasal dari keluarga kurang mampu,” tambah Muas. (dian)

Selasa, 20 September 2011

Peresmian SMK Negeri 4 Kota Bogor

source www.bogoronline.com

Walikota Bogor Resmikan Gedung SMKN 4 Bogor

September 15 | Posted by Kang Admin | Pendidikan
 

BOGOR, (BogorOnline)-Walikota Bogor Diani Budiarto, meresmikan gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4, di Jalan Raya Tajur, Kampung Buntar, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/09/2011).
Peresmian tersebut, dihadiri Kasubdit Sarana Prasarana, Direktorat Pembinaan, Kemdiknas Endang Sudbudhy Rahayu, Ketua DPRD Kota Bogor Mufti Fauqi, Sekdakot Bogor Bambang Gunawan, Asisten Tata Praja Ade Syarif Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Aim Halim Hermana, jajaran Muspida, Camat Bogor Selatan Dadang Abdurahman, para Lurah se-Kecamatan Bogor Selatan, pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)  serta para Kepala Sekolah SMA se Kota Bogor.

“Gedung SMKN 4 Bogor ini, merupakan salah satu upaya untuk memenuhi keinginan masyarakat Kota Bogor. Karena, selama ini hanya ada 3 SMKN yang berdiri di Kota Bogor. Sedangkan, SMK swasta hingga kini berjumlah 64 sekolah. Jadi, untuk itu perbandingannya sangat jauh sekali,” ujar Diani Budiarto dalam sambutannya.
Menurut Diani, pembangunan Gedung SMKN  4, yang menghabiskan dana hingga mencapai Rp 2,7 miliar tersebut, dilengkapi ruangan praktek komputer, dan labolatorium/bahasa Inggris. Ruang Kepala Sekolah, Ruang Tata Usaha, dan Kamar Mandi/WC. Keseluruhannya, di SMKN 4 tersebut, ada 12 ruangan teori. Seluruh dana pembangunan tersebut berasal dari APBN sebesar Rp1,4 miliar, dan APBD Rp1,3 miliar.

Namun, lanjut Diani, sejauh ini, SMK memang terus mengalami perkembangan positif di berbagai bidang. Hal itu terkait dengan kemampuan SMK yang telah mencetak dan melahirkan para lulusan yang telah memiliki keahlian tertentu dan siap bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, Diani berharap, SMKN 4 yang baru berdiri untuk terus dikembangkan. Sehingga, bisa lebih mengakses warga Kota Bogor yang memerlukan akses pendidikan kejuruan. (Yuli)