Senin, 10 Oktober 2011

Presiden SBY di Botani Square Bogor

 
















Bogorplus.com - Pernikahan putri sulung Rektor IPB Hery Suhardianto, yang dilaksanakan di IICC Botani Square, Kota Bogor, Minggu (09/10/11) siang, dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta menteri-menteri KIB jilid dua.

Pernikahan Dyah dan Reza bukanlah pernikahan biasa pada umumnya, Dyah yang berprofesi sebagai dokter dan Reza pria asli kelahiran Aceh menjadi pasangan beruntung karena di hari bahagianya, Presiden dan Wapres berikut beberapa Menteri KIB jilid dua ikut hadir mengucap selamat dan doa.

Seolah tak ingin berbagi kebahagian, pernikahan Dyah dan Reza tertutup untuk wartawan, dari pantauan Bogorplus.com sampai pukul 10.45 Wib, resepsi pernikahan belum diselenggarakan. "Resepsinya belum dimulai mas, masih tunggu para tamu undangan," jelas Adi Widarma selaku panitia kegiatan.

Ratusan Karangan bunga yang berisi ucapan selamat atas pernikahan kedua mempelai, penuh memadati areal gedung seraya menghiasi sebelum undangan masuk pintu masuk gedung IICC Botani Square.

Selain itu, terdapat 10 karangan bunga yang ditempatkan khusus berdekatan dengan pintu masuk gedung IICC, karangan bunga tersebut dari Wapres RI Budiono bersama Herawati, Menhut Zulkifli Hasan, Meneg Lingdup Gusti M Hatta, Meneg Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Supranata, Menkokesra Agung Laksono, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretatis Kabinet Dipo Alam, Meneg Pembangunan daerah tertinggal Helmi Faisal Zaini.

Dari pantauan bogorplus.com, menteri yang terlihat sudah datang yaitu Muhammad Noh, Mendiknas dan penjagaan di areal lokasi sangat ketat, terlihat satuan pam gabungan TNI dan Polisi melakukan penjagaan di berbagai tempat.

Sementara itu, Danrem 061/SK Kol. Kav. Kustanto bersama Kapolres Bogor Kota  AKBP. Hilman tengah bersiap menyambut para tamu undangan di depan pintu masuk gedung.
Saat yang ditunggu pun tiba, ketika Pukul 12.45 Wib, SBY bersama istri, Ani Yudhoyono datang dan dengan penjagaan ketat berjalan memasuki gedung resepsi.
Oleh : Bagja S Alam

Kamis, 06 Oktober 2011

Pelantikan Pejabat Kota Bogor

source : www.kotabogor.go.id

Kamis, 06 Oktober 2011 
ImageWalikota Bogor Diani Budiarto memberikan semangat dan motivasi kepada 199 pejabat di lingkungan pemerintah Kota Bogor yang baru saja dilantik, Kamis (6/10/2011). Diani berharap para pejabat yang baru saja menempati posisi yang baru, tidak menyalahgunakan wewenang, menjalankan tugas dan amanah sebaik-baiknya.
Diani juga meminta kepada jajaran pejabat yang baru dilantik untuk dan jangan terpengaruh oleh segala sesuatu yang merugikan seluruh masyarakat. Karena masyarakat yang akan menanggung akibatnya.

Selain itu, jajaran pejabat yang kali  ini dilantik diharapkan memiliki wawasan yang luas dan kinerja yang baik. “Jangan sampai suatu jabatan ditempati oleh orang yang tidak memiliki keahlian dalam bidang intasi tersebut,” jelas diani.

Kepada unit kerja yang secara langsung melayani masyarakat, Diani berpesan khusus. Seperti kepada  unit kerja yang mengatur perijinan. Diani menekankan bahwa benang merah perijinan adalah public service. Termasuk unit kerja yang mengatur perijinan Tempat Hiburan Malam (THM).

 “Kepada seluruh SKPD yang menyangkut THM untuk mengkaji dan mengevaluasi, karena banyak THM yang sering menyimpang Perda yang ada. Tugas SKPD ini mengawasi berbagai penyimpangan yang ada, dan lebih memperhatikan bangunan-bangunan liar yang tidak memiliki surat-surat perizinan,” kata Diani.

Image

 Diani menambahkan, dalam mengembangkan tugas apabila diniatkan untuk beribadah maka insya Allah apa yang dikerjakan akan mendapatkan ridha dari Allah. Surat keputusan hanyalah amanat, yang terpenting adalah ridha allah karena yang mengatur segala sesuatunya adalah sang maha kuasa.

Dalam kesempatan yang sama, Diani juga meminta kepada SKPD yang membidangi pendidikan agar menjalankan tugas untuk ikut serta dalam mencerdaskan warga kota Bogor. Selain itu SKPD diharapkan dapat  mengurangi angka putus sekolah pada anak-anak. Dam menjalankan kebijakan-kebijakan agar dapat mensejahterakan warga Bogor melalui pendidikan.

Diani juga memberikan ucapan selamat kepada aparat masyarakat, seperti lurah dan camat. Lurah dan camatt dalam menjalankan tugasnya dapat mengkoordinasi warga di wilayahnya untuk mengarahkan warganya agar lebih baik. Baik melalui akses kesehatan, pemberian dana bantuan dan akses pendidikan. (dian/gus/deby/vina-pkl)

Rabu, 05 Oktober 2011

Riung Mungpulung Padepokan Pakujajar

Riung Mungpulung Padepokan Pakujajar, Lagu Alm Upit Sarimanah Berkumandang 

Source : www.kotabogor.go.id
 
Minggu, 02 Oktober 2011    
ImageBuah tak jauh dari pohonnya, ungkapan itu rasanya cukup tepat untuk dr. Sutarman, salah seorang  putra dari Hj. Upit Sarimanah, pesinden Sunda termashur di era taun 60-an.

Ketika di daulat dalam acara ruing mungpulung lulusan IKIP (sekarang UPI), di Padepokan Pakujajar Sipatahunan, Jalan Loader Komplek Bina Marga, Sabtu (2/10/2011), langsung saja tampil ke depan, membawakan  2 buah lagu, Duduk Manis dan Tauco Cianjur diiringi petikan kecapi Apud, Tiupan suling Nandang dan Bahar.

“Hal ini untuk mengingat almarhumah ibu saya (Hj. Upit Sarimanah-Red) yang meninggal setelah terserang stroke untuk ke-3 kalinya, yakni tahun 1988, 1990 dan terakhir tahun 1992,”ungkapnya sebelum menyanyikan dua buah lagu tersebut.

Suara pak dokter pun segera mengisi ruangan padepokan kepunyaan  Tien “Ma Ageung” Rostini, dan membawa peserta yang hadir ke Kota Tauco Cianjur,  kota dimana Hj. Upit Sarimanah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Tak ada acara resmi dalam pertemuan tersebut, hanya menghilangkan rasa sono yang bertahun-tahun.  Riung mungpulung itu pun diisi dengan tarian Jaipongan oleh Nadilla dari Sanggar Getar Pakuan, pembacaan puisi berbahasa Sunda oleh Otih Rosdiana, seniwati dari Bandung dan Haleuang Cianjuran yang dibawakan secara sangat apik oleh Ottih Rostiyati.

Image

“Ketika mendengar Ibu Ottih menyanyikan lagu ciptaannya yakni Prabu Siliwangi, saya merasa merinding,”ungkap Bahar  salah seorang seniman yang ikut mengiringi lagunya.

Meskipun acara ruing mungpulung ini berlangsung secara sederhana, namun yang hadir di  acara itu, bukanlah orang sembarangan, diantaranya Hj. Popong Otje Djungjunan, anggota DPR-RI dari daerah pemilihan  Jawa Barat, Hj. Ibu Prof. Doddy Tisna Amidjaya(mantan Rektor ITB), Prof. Yuke TS, serta beberapa  tokoh lainnya, baik dari budayawan maupun akademisi dari Bandung.

Sementara dari Bogor, tampak DR. H. Bibin Rubini M.Pd, Wa Onong Husen ( tokoh kahot penari tradisi), Tjetjep  Toarig, Dudi Fahmadi, Riman  Ganda  dan  para kasepuhan Damas.
Yang tak kalah seru adalah saat Rektor Unpak, H. Bibin beduet dengan Hj. Popong, membawakan lagu mojang priangan.

Ternyata baik Bibin  maupun Hj.Popong diam-diam mempunyai bakat terpendam. Lagu Mojang Priangan pun dibawakan secara apik dan dengan suara yang cukup merdu serta mendapat aplaus dari semua yang hadir (dhp)

Selasa, 20 September 2011

Peresmian SMK Negeri 4 Kota Bogor

source www.bogoronline.com

Walikota Bogor Resmikan Gedung SMKN 4 Bogor

September 15 | Posted by Kang Admin | Pendidikan
 

BOGOR, (BogorOnline)-Walikota Bogor Diani Budiarto, meresmikan gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4, di Jalan Raya Tajur, Kampung Buntar, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/09/2011).
Peresmian tersebut, dihadiri Kasubdit Sarana Prasarana, Direktorat Pembinaan, Kemdiknas Endang Sudbudhy Rahayu, Ketua DPRD Kota Bogor Mufti Fauqi, Sekdakot Bogor Bambang Gunawan, Asisten Tata Praja Ade Syarif Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Aim Halim Hermana, jajaran Muspida, Camat Bogor Selatan Dadang Abdurahman, para Lurah se-Kecamatan Bogor Selatan, pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)  serta para Kepala Sekolah SMA se Kota Bogor.

“Gedung SMKN 4 Bogor ini, merupakan salah satu upaya untuk memenuhi keinginan masyarakat Kota Bogor. Karena, selama ini hanya ada 3 SMKN yang berdiri di Kota Bogor. Sedangkan, SMK swasta hingga kini berjumlah 64 sekolah. Jadi, untuk itu perbandingannya sangat jauh sekali,” ujar Diani Budiarto dalam sambutannya.
Menurut Diani, pembangunan Gedung SMKN  4, yang menghabiskan dana hingga mencapai Rp 2,7 miliar tersebut, dilengkapi ruangan praktek komputer, dan labolatorium/bahasa Inggris. Ruang Kepala Sekolah, Ruang Tata Usaha, dan Kamar Mandi/WC. Keseluruhannya, di SMKN 4 tersebut, ada 12 ruangan teori. Seluruh dana pembangunan tersebut berasal dari APBN sebesar Rp1,4 miliar, dan APBD Rp1,3 miliar.

Namun, lanjut Diani, sejauh ini, SMK memang terus mengalami perkembangan positif di berbagai bidang. Hal itu terkait dengan kemampuan SMK yang telah mencetak dan melahirkan para lulusan yang telah memiliki keahlian tertentu dan siap bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, Diani berharap, SMKN 4 yang baru berdiri untuk terus dikembangkan. Sehingga, bisa lebih mengakses warga Kota Bogor yang memerlukan akses pendidikan kejuruan. (Yuli)