Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

Gerak Jalan Guru Kota Bogor

Source : www.kotabogor.go.id

Senin, 21 November 2011
ImageSetelah insan Kesehatan turun ke jalan, kini giliran seribu  guru yang tergabung Sekolah Guru Ekselensia Indonesia bersama dompet dhuafa Kota Bogor turun ke jalan.  

Para guru ini turun ke jalan bukan untuk melakukan aksi unjuk rasa, tapi, mereka melakukan gerak jalan santai yang menempuh jarak 3 km yang di pusatkan di Gelanggang Olah Raga Pajajaran Bogor, Minggu (20/11/2011).

Gerak jalan santai yang dikemas dengan nama 1000 Guru Indonesia  mengusung tema  “Bangga Jadi Guru, Guru Inspiratif, Cerdas Indonesiaku”.  Aksi yang dilakukam para guru ini mengambil start di GOR Pajajaran melalui rute Jl. Pemuda, Jl. Merak, Jl. A. Yani dan Finish di GOR Jl. Pemuda.

Gerak jalan  dilepas dengan pengguntingan pita oleh  Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan disaksikan manager pendidikan dhuafa pusat Sri Nurhidayah, Etoser lembaga pengembangan insan.

Tak hanya berjalan santai para guru ini  sesampainya di fiish berorasi, yang dilanjutkan dengan deklarasi “Bangga Guru.” dan penulisan kata motivasi. Selain itu pihak panitia penyiapkan  hadiah hiburan, doorprize

Image

Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan mengingatkan, pilihan hidup menjadi seorang guru harus dilandasi oleh rasa kecintaan yang besar terhadap profesi guru dan semangat yang besar untuk mengabdi kepada manusia lain dengan mendidik dan mengajar.

Bambang mengungkapkan, guru adalah sebuah profesi pengabdian sepanjang hayat di kandung badan, sehingga penting bagi seorang guru untuk terus berupaya meningkatkan kualitas diri.   “Oleh karena itu tumbuhkanlah tradisi belajar dan teruslah perkuat semangat belajar sebagaimana yang dilakukan oleh para pembelajar sejati, “ imbuhnya. (gus)

Kamis, 03 November 2011

HUT Korpri ke 40, Korpri Kota Bogor Gelar Pertandingan Futsal

source : www.kotabogor.go.id

Kamis, 03 November 2011
ImageGuna menyemarakkan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-40 tahun 2011 Tingkat Kota Bogor, KORPRI Kota Bogor menggelar pertandingan futsal. Sebanyak 55 Tim putra dan putri ikut ambil bagian dalam kejuaraan yang diikuti anggota Korpri dilingkungan Pemerintah Kota Bogor.

 
Event tahunan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan selaku Ketua Umum DPK (Dewan Pimpinan Kota) Korpri di Hall Gelanggang Olah Raga (GOR) Pajajaran, Jalan Pemuda Bogor,Kamis (3/11/2011).
 
Mendandai pembukaan kejuaraan Futsal, Ketua Umum DPK Korpri Bambang Gunawan mendapat kehormatan tendangan bola pertama  ke gawang gabungan Asisten Umum Sekretariat Kota Bogor ke penjaga  gawang Endang Murtisari.  
 
Menurut Bambang, dari tahun ke tahun, futsal selalu diminati oleh banyak peserta. Kali ini tercatat yang mendaftar sebanyak 55 tim meliputi 37 tim putra, dan 18 tim putri.
 
Bambang Gunawan mengingatkan kepada para pemain yang akan bertanding menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan. “Yang penting semua tim harus menjaga sportivitas, karena pertandingan ini diadakan oleh karyawan untuk karyawan,” kata Bambang Gunawan
 
Sekretaris panitia Peringatan HUT KORPRI ke-40 tahun 2011 tingkat Kota Bogor Danny Suhendar mengatakan pertandingan futsal akan berlangsung dari tanggal 3-11 November 2011. 
 
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kata  Danny,  kali ini pihaknya mengikut sertakan tim putri.  “Ini untuk mengakomodir para karyawan yang meminta dibukanya lomba futsal untuk putri, “ katanya.

Image
 
Mengawali pertandingan perdana, Tim putri Asisten umum menang dari tim putri BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan(  dengan skor 1-0. Sedangkan pada pertandingan tim putra tim putra Asisten Umum menang telak dari tim putra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) dengan skor 10-0. 
 
Danny mengungkapkan, selain pertandingan Futsal,  pertandingan olah raga lainnya yang dipertandingkan  Bulutangkis, Tenis Meja, Tenis Lapangan, dan Gerak Jalan Santai.  Selain itu ada kegiatan bernuansa keagamaan, bakti sasial dan seni yaitu ngaji shubuh (ngasuh) yang diawali sholat shubuh berjamaah, donor darah, lomba Pop Sunda dan Dangdut.  
 
Puncak acara HUT Korpri ke 40 akan digelar upacara bendera, sebelumnya Korpri akan melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dreded)
 
Hadir dalam acara pembukaan kejuaraan futsal dalam rangka HUT. KORPRI Ke-40 Asisten Umum Arief Mustofa Budiyanto, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Polituk (Kesbangpol)  Hendi Iskandar, Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Hanafi, Camat Bogor Utara Fadjar Maulana Yusuf, Camat Tanah Sareal Loeloe Syafei, dan Direktur Bank Jabar Hj. Sofi Suryasnia (gus/dian) 

Selasa, 18 Oktober 2011

Seluruh Bayi dan Balita di Kota Bogor Harus Bebas Campak Dan Polio

Source : www.kotabogor.go.id

Selasa, 18 Oktober 2011
ImageWalikota Bogor Diani Budiarto berharap agar bayi dan balilta di Kota Bogor segera bebas dari penyakit campak dan polio. Untuk itu, Diani mengimbau seluruh warga masyarakat di Kota Bogor secara suka rela membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi campak-polio di tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Harapan ini dinyatakan Diani dalam pembukaan secara resmi pencanangan kampanye imunisasi campak dan polio di Kota Bogor, Selasa (18/10/2011) di halaman Kecamatan Bogor Utara, Jalan Gagalur II No. 2 Bogor.

“Ibu-ibu yang memiliki balita agar mengingatkan para tetangganya agar dalam 1 bulan ini betul-betul terimunisasi dan tidak tersisa,” imbau Diani.

Dalam kegiatan kampanye yang akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan, para petugas diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan 1 bulan semata. “Tapi betul-betul menyikapi program ini dengan output terselesaikannya eliminasi penyakit campak dan polio,” ingat Diani.

Dengan demikian, harap Diani, tidak lagi tersisa bayi-balita yang tidak diimunisasi. Sasaran imunisasi campak adalah bayi-balita yang berusia 9-59 bulan. Sedikitnya di Kota Bogor terdapat 76.430 bayi dan balita. Sedangkan untuk imunisasi polio, targetnya adalah bayi berusia 0-59 bulan. Tercatat terdapat 90.096 bayi dan balita yang menjadi sasaran imunisasi polio.

Diani meminta agar 4008 tenaga kesehatan terlatih yang akan diterjunkan di 989 titik pelayanan di 68 Kelurahan, betul-betul melaksanakan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab.  “Target sekian ribu memerlukan keseriusan aparat di lapangan untuk saling membantu dan berkoordinasi. Sehingga dalam waktu satu bulan tidak tersisa masyarakat yang tidak tervaksinasi campak dan polio,” tambah Diani.

Pelaksanaan kampanye imunisasi campak dan polio di Kota Bogor memang harus mendapatkan perhatian bersama agar berjalan lancar dan sukses. Hal itu penting dan harus dilakukan mengingat adanya fakta-fakta memprihatinkan terkait penyakit campak dan polio.   

Image

Fakta pertama adalah data epidemiologi di Indonesia yang menyebutkan populasi kolompok masyarakat yng rentan campak masih besar dan berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini dikarenakan adanya akumulasi anak balita yang tidak mendapatkan imunisasi dan anak-anak yang tidak mendapatkan kekebalan setelah pemberian satu dosis vaksin campak.

Fakta berikutnya adalah laporan pada tahun 2006 sampai 2009 yang menunjukkan bahwa presentase penderita lumpuh layu mendadak yang tidak menerima imunisasi polio dan tidak lengkap, cenderung mengalami peningkatan. Kondisi ini jelas memerlukan sebuah kewaspadaan atas kemungkinan berulangnya KLB polio di Indonesia.

Dua fakta inilah yang telah mendorong Kementrian Kesehatan Republik Indonesia bersama-sama dengan WHO dan UNICEF pada tahun 2009 melakukan kajian tentang pentingnya pemberian imunisasi tambahan campak dan polio.  Di tahun 2011 ini, akan dilakukan langkah pemberian imunisasi tambahan campak dan polio dengan target bahwa seluruh sasaran dapat terlayani dengan baik.

Oleh karena itu, tempat pemberian imunisasi dilaksanakan di 989 pos pelayanan imunisasi yang meliputi pos imunisasi, posyandu, puskesmas, rumah sakit, dan taman kanak-kanak di Kota Bogor. Relatif banyaknya pos pelayanan imunisasi ini untuk mendukung lancar dan suksesnya penyelenggaraan imunisasi tambahan campak dan polio di Kota Bogor. (dian/gus)

Sidang Tipiring KTR di Kota Bogor

Source : www.kotabogor.go.id


Selasa, 18 Oktober 2011
ImageSidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring)  bagi pelanggar Peraturan Daerah (Perda) No : 12 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (Rokok), di Kawasan Pasar Anyar Bogor, Selasa (18/10/2011) mendapat perhatian dari Bloomberg Tobacco Control Partners yang merupakan bagian dari Tobacco Free Initiative (TFI).  

 
Tak hanya itu International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (IUTLD) secara khusus menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Bogor yang secara konsisten menegakan KTR.

 Seperti diketahui, IUTLD merupakan organisasi kesehatan dunia yang menangani masalah penyakit TBC dan penyakit paru-paru termasuk  sangat concern terhadap bahaya merokok bagi tubuh manusia.

Technical Advisor Tobacco Control Slyviane Ratte mengungkapkan,  bahwa banyak penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.

“Bahkan World Health Organization (WHO) telah memberikan peringatan bahwa dalam dekade 2020-2030 tembakau akan membunuh 10 juta orang per tahun, 70% di antaranya terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia,” Sylviani Ratte  saat menyaksikan langsung Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi pelanggar KTR  di Kawasan Pasar Anyar Bogor.

Ia mengatakan, Bogor merupakan salah satu Kota yang berpartisipasi kepada dunia dalam mengurangi asap rokok, dan Bogor telah berperan aktif melindungi anak-anak dan wanita terhadap asap rokok melalui program kawasan tanpa rokok.

Image

“Selama ini kita mengetahui tentang program KTR di Bogor melalui media internet. Kita melihat bahwa semua instansi disini terlibat dalam melindungi para perokok pasif,”jelas Ratte.

Bukan hanya itu saja,  kata dia, media sosial yang ada di kota hujan pun turut berpartisipasi dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas. “Apa yang kita lihat hari ini sangat penting, setelah kita semua datang kesini dan berbagi informasi dan pengalaman sudah sangat membantu dalam mengkampanyekan bahwa merokok amat sangat berbahaya dan merugikan bagi diri sendiri dan orang-orang disekitar,” kata dia.

Sementara itu dalam Sidang KTR yang dipimpin  Haru Wahyudi SH dengan Jaksa Penuntut Umum Purnama Santi SH,  berhasil 28 pelanggar KTR di Kawasan sekitar Pasar Anyar  Bogor.

Dari 28 pelanggar KTR, mereka divonis denda Rp24 ribu,dan seribu rupiah membayar ongkos perkara.   Namun, dari 28 pelanggar hanya 23 orang yang mampu membayar denda ditempat, dan sisanya berjumlah lima orang  karena tidak membawa uang, mereka diharuskan datang ke Kejaksaan Negeri Bogor untuk membayar denda.

Ancaman bagi pelanggar Perda KTR, setiap pelanggar perorangan diancam denda administratif paling sedikit Rp50 ribu, dan paling banyak Rp 100 ribu untuk setiao kali pelanggaran. Namun karena para pelanggar kebanyakan dari masyarakat ekonomi lemah, maka Majlis Hakim hanya menjatuhkan denda Rp24 ribu ditambah ongkos perkara seribu rupiah. (yan/lan)

Rabu, 05 Oktober 2011

Riung Mungpulung Padepokan Pakujajar

Riung Mungpulung Padepokan Pakujajar, Lagu Alm Upit Sarimanah Berkumandang 

Source : www.kotabogor.go.id
 
Minggu, 02 Oktober 2011    
ImageBuah tak jauh dari pohonnya, ungkapan itu rasanya cukup tepat untuk dr. Sutarman, salah seorang  putra dari Hj. Upit Sarimanah, pesinden Sunda termashur di era taun 60-an.

Ketika di daulat dalam acara ruing mungpulung lulusan IKIP (sekarang UPI), di Padepokan Pakujajar Sipatahunan, Jalan Loader Komplek Bina Marga, Sabtu (2/10/2011), langsung saja tampil ke depan, membawakan  2 buah lagu, Duduk Manis dan Tauco Cianjur diiringi petikan kecapi Apud, Tiupan suling Nandang dan Bahar.

“Hal ini untuk mengingat almarhumah ibu saya (Hj. Upit Sarimanah-Red) yang meninggal setelah terserang stroke untuk ke-3 kalinya, yakni tahun 1988, 1990 dan terakhir tahun 1992,”ungkapnya sebelum menyanyikan dua buah lagu tersebut.

Suara pak dokter pun segera mengisi ruangan padepokan kepunyaan  Tien “Ma Ageung” Rostini, dan membawa peserta yang hadir ke Kota Tauco Cianjur,  kota dimana Hj. Upit Sarimanah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Tak ada acara resmi dalam pertemuan tersebut, hanya menghilangkan rasa sono yang bertahun-tahun.  Riung mungpulung itu pun diisi dengan tarian Jaipongan oleh Nadilla dari Sanggar Getar Pakuan, pembacaan puisi berbahasa Sunda oleh Otih Rosdiana, seniwati dari Bandung dan Haleuang Cianjuran yang dibawakan secara sangat apik oleh Ottih Rostiyati.

Image

“Ketika mendengar Ibu Ottih menyanyikan lagu ciptaannya yakni Prabu Siliwangi, saya merasa merinding,”ungkap Bahar  salah seorang seniman yang ikut mengiringi lagunya.

Meskipun acara ruing mungpulung ini berlangsung secara sederhana, namun yang hadir di  acara itu, bukanlah orang sembarangan, diantaranya Hj. Popong Otje Djungjunan, anggota DPR-RI dari daerah pemilihan  Jawa Barat, Hj. Ibu Prof. Doddy Tisna Amidjaya(mantan Rektor ITB), Prof. Yuke TS, serta beberapa  tokoh lainnya, baik dari budayawan maupun akademisi dari Bandung.

Sementara dari Bogor, tampak DR. H. Bibin Rubini M.Pd, Wa Onong Husen ( tokoh kahot penari tradisi), Tjetjep  Toarig, Dudi Fahmadi, Riman  Ganda  dan  para kasepuhan Damas.
Yang tak kalah seru adalah saat Rektor Unpak, H. Bibin beduet dengan Hj. Popong, membawakan lagu mojang priangan.

Ternyata baik Bibin  maupun Hj.Popong diam-diam mempunyai bakat terpendam. Lagu Mojang Priangan pun dibawakan secara apik dan dengan suara yang cukup merdu serta mendapat aplaus dari semua yang hadir (dhp)

Selasa, 13 Juli 2010

Kunjungan Pemuda ASEAN ke Bogor

Source www.antaranews.com



34 Pemuda ASEAN Kunjungi Kebun Raya Bogor











Bogor (ANTARA News) - Sekitar 34 pemuda ASEAN melakukan kunjungan ke Kebun Raya Bogor Jabar untuk melihat dan berkeliling di pusat konservasi tumbuhan di Indonesia yang juga merupakan kebun raya tertua di dunia.

Para pemuda yang berasal dari 10 negara yang tergabung dalam Organisasi ASEAN ini juga dibawa melihat Rafflesia Patma yang tengah mekar.

"Para pemuda ini akan kita perlihatkan bunga Rafflesia Patma yang saat ini sedang mekar di Kebun Raya Bogor. Karena bunga ini berhasil dihadirkan di Kebun Raya Bogor setelah diupayakan cukup lama oleh banyak peneliti di Kebun Raya Bogor, hampir 81 tahun, persisnya pada 3 Juni lalu akhirnya bunga pertama mekar," kata Rasmita Sari Kabag Jasa dan Informasi Kebun Raya Bogor-LIPI saat menyambut para peserta, Sabtu.

Sebelum memulai kunjungan puluhan pemuda-pemudi pilihan dari berbagai negara ASEAN disambut bak pengantin dengan pertujukan Barongsai dan Marawis. Acara makin meriah saat penampilan tari tradisional Sunda, dimana para pemuda dan pemudi diajak berdansa bersama. Lalu dilanjutkan dengan doa lintas iman yang dibawakan masing-masing perwakilan agama.

Sebelumnya, acara yang berlangsung dari pagi pukul 08:00 WIB diawali dengan kunjungan ke Pusat Penelitian Biologi Cibinong Science Center (CSC). Selain berkunjung juga dilakukan dialog antar generasi bertema The Meaning Expedition Wallace in Sustainable Biodiversity Conservation.

Kegiatan diisi dengan pengarahan Kepala Pusat Peneliti Biologi-LIPI, yang memaparkan tentang penelitian yang telah dilakukan para peneliti LIPI. Acara dilanjutkan dengan dialog konservasi menurut sudut pandang sosial dan biologi dipandu oleh Prof Eko Baroto Waluyo.

Para pemuda diberikan pemaparan seputar Keanekaragaman hayati yang terdapat di wilayah Malesia, dimana Indonesia salah satu negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Kepala Puslit Biologi-LIPI, Dr Siti Nuramaliati Prijono mengatakan peran pemuda sangat penting dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati dunia yang terancam punah.

"Sudah saatnya pemuda menyuarakan tentang keanekaragaman hayati. Karena semua demi masa depan mereka kedepan. Semoga dengan program ini pemuda dapat memberikan kontrubusinya kepada penelitian untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia khususnya dan di negara ASEAN tentunya," kata Siti.

Septania H Kadir koodinator program The ASEAN Foundation menyebutkan, kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Ekspedisi Wallacea Pemuda Asean dan Internasional Youth Day 2010 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam rangka mempererat kerjasama menuju ASEAN Community pada tahun 2015.

"Para pemuda ini nantinya akan melakukan ekspedisi di Wallacea Ternate menelusuri jejak aktifitas ilmiah Alfred Wallace, untuk mengetahui keanekaragaman hayati yang ada di Ternate. Yang nantinya kita harapkan pemuda memiliki sebuah langkah dalam menyuarakan tentang keanekaragaman hayati. Rencananya akan ada deklarasi para pemuda nantinya di Ternate," jelasnya.

Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari dimulai dari tanggal 25 Juni hingga 1 Juli. Para pemuda akan berangkat ke Tenate Maluku Utara besok. Di kawasan kota pulau tersebut peserta akan melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan sampai 30 Juni. Jalur ekspedisi akan dipusatkan di area sekitar Gunung Gamalama dipandu oleh Dr Ibnu Maryanto dan sejumlah peneliti dari LIPI.

"Dari bumi Ternati pula akan dikumandangkan pernyataan dan deklarasi Pemuda ASEAN dalam mendukung upaya perlindungan alam," kata Septania.

Kegiatan serupa disambut antusias para peserta, menurut Mekthanya Viraechit pemuda asal Laos ini merasa tertarik dapat menjadi Pemuda ASEAN. Menurut dia informasi tentang keanekaragaman hayati sangat penting. Menurutnya, alam yang ada di Indonesia tidak jauh berbeda dengan yang ada di negerinya.

"Meski ada sedikit perbedaan jenis tanaman, namun hampir sama. Ini sebuah informasi yang sangat menarik untuk saya dan bagaimana saya menyerapnya untuk saya kembangkan di negara saya. Menurut saya sudah saatnya pemuda peduli akan perubahan iklim dan menyuarakan tentang keanekaragaman hayati," ucapnya.

Mekthaya menyebutkan ada tiga orang perwakilan dari Laos yang ikut dalam ekspedisi tersebut. Sementara dari Indonesia ada empat pemuda yang dipilih mewakili. Totalnya ada 34 pemuda dan pemudi dari 10 negara. Mekthaya juga kagum dengan Kebun Raya Bogor, dia mengaku di negerinya tidak ada Kebun Raya.

" Ada kebun biasa tidak sama seperti kebun Raya Bogor ini. Sangat bagus dan menarik sekali karena banyak tanaman dari daerah-daerah lain," ucapnya.(*)
(T.KR-LR/R009)

Minggu, 11 Juli 2010

Wali Kota Bogor Cekal Ariel


Source www.antaranews.com

Wali Kota Bogor Cekal Tiga Artis Bermasalah

Wali Kota Bogor Cekal Tiga Artis Bermasalah
Bogor (ANTARA News) - Wali Kota Bogor Diani Budiarto mencekal tiga artis yang saat ini sedang bermasalah yaitu Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari, dengan melarang mereka menggelar kegiatan hiburan di kota ini.

"Untuk sementara waktu, Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari tidak kita perkenankan untuk melakukan `show` di wilayah Kota Bogor," kata Diani, di Bogor, Jumat.

Menurut dia, pencekalan ini sebagai sanksi sosial atas perbuatan ketiga artis tersebut yang marak diberitakan media massa.

Pencekalan ini, menyusul pencekalan yang juga dilakukan sejumlah kepala daerah, di antaranya Wali Kota Bandung, dan Wali Kota Makasar.

Ia mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor untuk melakukan razia guna membatasi peredaran video mesum ketiga artis itu di Kota Bogor.

Diani yang mengaku belum melihat video itu juga mengimbau masyarakat Kota Bogor untuk menjaga anak-anaknya agar tidak terpengaruh ingin memiliki video tersebut.

Apalagi, kata dia, saat ini memasuki musim libur sekolah, maka para orang tua diimbau menjaga aktivitas anak-anaknya agar tidak terpengaruh dengan adegan panas tersebut.

Berbeda dengan wali kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor menilai pencekalan tidak harus dilakukan, mengingat proses hukum terhadap ketiga artis itu masih berjalan.

Menurut Wakil Bupatai Bogor Karyawan Faturrahman, semua orang harus menghormati asas praduga tidak bersalah. "Kita tidak bisa menjegal begitu saja, karena kepastian hukumnya belum ada dari pihak kepolisian dan pengadilan," katanya.

Sedangkan untuk sanksi sosial, kata dia sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat Kabupaten Bogor.

Namun, ia setuju bahwa kasus video mesum tersebut merupakan aib, dan bisa merusak generasi muda.(*)

Perpustakaan Digital Bogor


Source www.antaranews.com

Kebun Raya Bogor Kini Dilengkapi Perpustakaan Digital

Kebun Raya Bogor Kini Dilengkapi Perpustakaan Digital
Sekelompok keluarga menikmati suasana di areal Kebun Raya Bogor (KRB), Jabar, Selasa (18/5). (ANTARA/Jafkhairi)
Bogor (ANTARA News) - Para pengunjung Kebun Raya Bogor kini tidak hanya dapat menikmati kerindangan aneka pepohonan dan tanaman langka tetapi juga layanan perpustakaan digital.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI, Mustaid Siregar, mengatakan, kehadiran perpustakaan digital itu dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan Kebun Raya Bogor sebagai pusat konservasi.

"Perpustakaan digital salah satu layanan terbaru yang ada di Kebun Raya Bogor," katanya.

Penggunaan perpustakaan digital tersebut diresmikan bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun Kebun Raya Bogor yang ke-193, Selasa (18/5).

Mustaid mengatakan, perpustakaan digital diharapkan membantu para pengunjung Kebun Raya yang ingin mendapatkan informasi secara praktis tanpa media buku.

Kehadiran perpustakaan digital ini merupakan pengembangan dari perpustakaan yang sudah ada di kebun raya seluas 87 hektar dengan 15 ribu jenis koleksi pohon dan tumbuhan itu, katanya.

Ia mengatakan, perbedaan antara perpustakaan digital dan perpustakaan konvensional yang sebelumnya ada terletak pada layanan yang disediakan seperti mengisi buku tamu secara digital.

Di perpustakaan itu, disediakan empat buah komputer yang dapat diakses para pengunjung yang hendak mencari literatur.

"Jika pengunjung tidak sempat membaca (buku) di perpustakaan, kami menyediakan layanan buku digital dengan memberikan `soft copy` buku dalam bentuk `file`," kata Pengawas Perpustakaan, Sutarsyah.

Menurut Sutarsyah, pengelola perpustakaan digital ini tidak hanya memberikan layanan baca di tempat dan peminjaman, tetapi juga layanan pojok anak, penggandaan bahan, dan "scanning".

"Layanan peminjaman hanya khusus untuk karyawan dan staf LIPI, sedangkan pengunjung umum hanya bisa memfotokopinya," jelasnya.

Sejauh ini, perpustakaan Kebun Raya Bogor memiliki enam ribu koleksi berupa buku, majalah, Karya tulis, artikel, laporan eksplorasi dan artikel perkebunrayaan.

"Yang membedakannya dengan perpustakaan lainnya adalah Perpustakaan Kebun Raya Bogor adalah perpustakaan khusus menyediakan buku-buku tentang botani," katanya.

Bahkan, Perpustakaan Kebun Raya Bogor merupakan perpustakaan khusus botani tertua di Indonesia, ujarnya.

Kehadiran perpustakaan digital ini diharapkan dapat memudahkan akses dan pelayanan bagi para pengunjung dan peneliti yang datang ke kebun raya, katanya. (LR/K004)
COPYRIGHT © 2010

Jumat, 09 Juli 2010

Fun Day On The Street Bogor

Source www.radar-bogor.co.id





Rabu, 07 Juli 2010 , 10:57:00





HADIAH: Tampak satu unit motor hadiah Fun Day dipajang di samping
tempat pendaftaran di Graha Pena Radar Bogor.
PESERTA Jalan Sehat Fun Day on the Street (11/7) di Lapangan Sempur
dipastikan membeludak. Pasalnya, jumlah pendaftar dari hari ke hari
cukup tinggi. Akibatnya,  Fun Day Disambut Gembira persediaan kaus pun
makin menipis. T-shirt yang disediakan panitia di Graha Pena Radar
Bogor diborong Sanggar Senam Nungky sebanyak 700 buah.
Sedangkan 300 lainnya diborong Asep Agency, sehingga sisa kaus yang
tersedia tinggal 200 lagi.

Pimpinan Sanggar Senam Nungky, Asril, mengatakan, untuk even gabungan
Hari Jadi Bogor (HJB) dan HUT Bhayangkara ini,  pihaknya sudah mengerahkan
seluruh anggota sanggarnya sebanyak 700 orang. “Seluruh anggota sanggar
senam Nungky sudah siap meramaikan Fun Day,” ujar Asril.  Hal senada diamini
pendaftar jalan sehat, Kadir. Warga Parung itu mengaku, tak pernah melewatkan
even tahunan yang diselenggarakan Radar Bogor tersebut. “Tiap tahun saya ikut,”
ujar PNS Kabupaten Bogor tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Jalan Sehat Fun Day on the Street Ilona Natalia
mengaku, tak menyangka jika antusiasme para peserta cukup tinggi. “Kami sarankan
bagi yang belum mendaftar agar segera mendaftar, sebab persediaan kali ini
adalah yang terakhir,” ujarnya.  Disebutkan Lona, dalam kegiatan ini pihaknya juga
akan mengukuhkan Sahabat Peduli Lingkungan Radar Bogor-Alfamart yang akan
diwakili putra-putri Radar.

“Kami juga concern terhadap perubahan iklim saat ini, makanya sekalian dalam
momen ini kami kukuhkan Sahabat Peduli Lingkungan,” ujarnya.  Bagi mereka yang
ingin ikut andil dalam program ini, lanjutnya, panitia tetap membuka peluang.
Termasuk ke depan, pihaknya akan bekerjasama dengan kecamatan-kecamatan
dalam upaya menghijaukan Kota Bogor.

Kendati puncak perayaan Hari Jadi ke-528 Bogor (HJB) telah berlalu, namun
kegiatannya masih terus berlangsung. Salah satunya, acara Jalan Sehat Fun Day
on The Street yang diselenggarakan Radar Bogor pada Minggu (11/7). Rencananya,
 Jalan Sehat yang mengambil start di GOR Pajajaran dan finis di Lapangan Sempur
Bogor akan dihibur artis ibukota Ira Swara. Selain itu, acara akan dihujani hadiah-hadiah
menarik. 



Di antaranya, tiga motor, lima lemari es, lima mesin cuci, tiga sepeda dan puluhan
hadiah menarik lainnya.


Adapun biaya pendaftarannya hanya Rp12.000. Dimana setiap pendaftar akan
mendapatkan kaus cantik. Beberapa lokasi yang bisa didatangi untuk mendaftar,
yakni Graha Pena Bogor, Sanggar SenamNungki, Asep Agency, Toko Favorite,
Fi&Fi Cell, Taman Topi, DSS Advertising dan Optik Dwitunggal.

Ketua Panitia Jalan Sehat Fun Day Ilona Natalia mengatakan, warga Bogor yang
tergabung  dalam komunitas sepeda jugabisa mengikuti even ini. “Karena,
acara akan dimeriahkan pula dengan sepeda santai, senam sehat, marching
band dan atraksi heboh lainnya,” ujar Ilona.

Kegiatan tersebut disponsori Daktarin dan didukung oleh Pemkot Bogor,
Indocement, Indosat, PLN UPJ Bogor, Polresta Bogor, PDAM Tirta Pakuan,
Marcopolo, Bank Bukopin, PDAM Tirta Kahuripan dan RRI Bogor. (nie)

Rabu, 07 Juli 2010

Istana Bogor Open

Source www.antaranews.com


"Istana Bogor Open" di Hari Pertama Capai 3.500 Orang

Istana Bogor Open di Hari Pertama Capai 3.500 Orang
Bogor (ANTARA News) - Antusias warga untuk dapat masuk Istana Bogor cukup tinggi, dan hal itu terlihat dari hari pertama pendaftaran "Istana Bogor Open" tercatat sebanyak 3.500 orang.

"Dari pukul 08:30 WIB hingga pukul 14:30 WIB jumlah orang yang mendaftar sudah 3.500 orang," ujar Koodinator pendaftaran Heti Heriyati, kepada ANTARA News, Senin.

Heti menyebutkan kebanyakan para pendaftar berasal dari berbagai kalangan, masyarakat umum, istansi pemerintahan, sekolah dan karyawan swasta.

"Mereka banyak yang daftar kebanyakan rombongan, sampai 300 orang juga ada," sebutnya.

Mereka yang sudah mendaftar, kata Heti berasal dari kawasan Bogor dan sekitarnya, yang paling jauh datang dari Lampung sebanyak 300 siswa SMA yang berencana akan datang melihat Istana pada hari pertama yakni tanggal 14 Juni.

"Pemesan pertama yang paling jauh datang dari Lampung, yakni siswa SMA sebanyak 300 orang. Mereka mendaftar melalui telepon langsung ke kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata," ungkap Heti.

Heti mengatakan, seperti tahun para pengunjung tidak hanya berasal dari Bogor saja, ada dari Jabodetabek, dari luar Pulau Jawa, bahkan ada beberapa turis mancanegara yang ikut mendaftar.

Seperti tahun lalu, sebanyak 46.700 pengujung "Istana Bogor Open" diantaranya ada wisatawan dari Rusia, Jeman, Inggris dan Belanda.

Istana Open digelar selama satu minggu dibagi dua sesi, yakni dari tanggal 14 - 17 Juni 2010, dan 21 - 23 Juni 2010.

"Kunjungan hanya dilakukan dari hari Senin sampai Kamis saja. Pada Jumat, Sabtu dan Minggu kunjungan ditiadakan," terangnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kata Heti, selain bisa masuk Istana selama 15 menit, kali ini di Istana Bogor ada empat museum yang baru dioperasikan.

"Kita belum tahu pasti museum apa, tapi pihak Istana bilang ini adalah suprise bagi pengujung yang akan datang ke Istana pada saat 'Istana Bogor Open' berlangsung. Jadi, teknisnya setelah masuk Istana, lalu masuk musium dan berakhir di Kebun Raya Bogor," kata Heti menerangkan.

Momen "Istana Bogor Open" menjadi hal yang dinanti-nantikan warga Bogor, karena jarang sekali bisa masuk ke dalam Istana.

Ilham (42) warga Bogor yang sejak lahir belum pernah masuk dalam Istana Bogor. Ia sangat senang bisa mendaftar kali ini karena setelah 42 tahun untuk pertama kali ia bisa melihat Istana pemerintahan Indonesia dari dekat.

"Saya tertarik ingin melihat istana, karena selama ini saya belum pernah masuk ke dalam Istana. Dengan momen ini saya sangat senang bisa masuk Istana," kata pria warga asli Bogor usai mendaftarkan dirinya.

Heti mengatakan, pendaftaran "Istana Bogor Open" berlangsung selama enam hari, gratis tidak dipungut biaya. Pihaknya tidak menargetkan jumlah pendaftaran, diprediksikan jumlah pengunjung melebihi tahun sebelumnya karena bertepatan dengan hari libur sekolah.

"Jangan khawatir tidak kebagian, asal cepat mendaftar selama waktu yang disediakan, yakni dari tanggal 7 hingga 12 Juni dengan jam operasi dari pukul 08:00 WIB sampai 15:00 WIB," imbau Heti.

Teknis saat mengujungi Istana Bogor, para pengunjung yang sudah mendaftar akan dibagi dalam 10 kelompok, satu kelompok berjumlah 300 orang.

Kujungan pertama dijadwalkan pukul 08:30 WIB, lalu dilanjutkan 09:00 WIB dan selanjutnya. Para pengujung akan di pandu oleh pemandu dari Istana yang akan memperkenalkan apa saja yang ada didalam Istana.
(T.KR-LR/P003)
COPYRIGHT © 2010

Bunga Bangkai TWM

Source www.mekarsari.com



Mekarnya Bunga Bangkai di TWM


Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya. Tingginya dapat mencapai 2,5m. Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman. Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, umbi tersebut akan muncul bunga majemuknya.
Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atauspadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya berumah satu dan protogini : bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri. Hingga tahun 2005, rekor bunga tertinggi di penangkaran dipegang oleh Kebun Raya Bonn, Jerman yang menghasilkan bunga setinggi 2,74 m pada tahun 2003. Pada tanggal 20 Oktober 2005, mekar bunga dengan ketinggian 2,91 m di Kebun Botani dan Hewan Wilhelma, Stuttgart, juga di Jerman. Namun demikian Taman Wisata Mekarsari, pernah mekar pula di mekarsari mencapai ketinggian 2,30 m, diameter bunga 130 cm, warna mahkota bunga merah tua, dengan spadik berwarna kuning keemasan yang mekar penuh pada jam 21.00 WIB malam hari tanggal 12 Noperber 2009. Bunga mekar sampai layu perlu waktu 12 hari kemudian layu. Apabila bunga terjadi pembuahan maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji di pada bagian bekas pangkal bunga. Biji-biji ini dapat ditanam. Setelah bunga masak, seluruh bagian generatif layu. Pada saat itu umbi dorman. Apabila mendapat cukup air, akan tumbuh tunas daun dan dimulailah fase vegetatif kembali. Karena keunikan bunga ini, bunga ini sering diperjual belikan oleh manusia.
Untuk bulan Juli 2010 di Taman Wisata Mekarsari akan ada mekar bunga bangkai Amorphopallus titanum. Calon bunga ini memiliki berat umbi 9 kg, mulai muncul tunas bunga awal juni, tanggal 5 juli ketinggian mencapai 90 cm, sedangkan tanggal 6 juli tingginya sudah mencapai 103 cm dengan spadik bunga warna kuning. Bunga diperkirakan mekar tanggal 14 – 23 juli 2010. Dengan ketingian bunga 180 - 200 cm. dengan diameter bunga 120 cm .Pada umumnya pengunjung Taman Wisata Mekarsari pingin mengabadikan gambarnya dengan foto bersama teman atau keluarga dan menikmati baunya. Bunga yang indah dan besar jadi perhatian khusus pengunjung mekarsari.

Rabu, 23 Juni 2010

Istana Bogor

Sejarah Istana Bogor


 

Istana Bogor dahulu bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti "tanpa kekhawatiran".

Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.

Pada tahun 1744 Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff terkesima akan kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor (Kampung Baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang terletak di hulu Batavia. Van Imhoff mempunyai rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.
Istana Bogor dibangun pada bulan Agustus 1744 dan berbentuk tingkat tiga, pada awalnya merupakan sebuah rumah peristirahatan, ia sendiri yang membuat sketsa dan membangunnya dari tahun 1745-1750, mencontoh arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Berangsur angsur, seiring dengan waktu perubahan-perubahan kepada bangunan awal dilakukan selama masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles), bentuk bangunan Istana Bogor telah mengalami berbagai perubahan. sehingga yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halamannya mencapai 28,4 hektar dan luas bangunan 14.892 m².
Namun, musibah datang pada tanggal 10 Oktober 1834 gempa bumi mengguncang akibat meletusnya Gunung Salak sehingga istana tersebut rusak berat.
Pada tahun 1850, Istana Bogor dibangun kembali, tetapi tidak bertingkat lagi karena disesuaikan dengan situasi daerah yang sering gempa itu. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (1851-1856) bangunan lama sisa gempa itu dirubuhkan dan dibangun dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke-19.
Pada tahun 1870, Istana Buitenzorg dijadikan tempat kediaman resmi dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Penghuni terakhir Istana Buitenzorg itu adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborg Stachourwer yang terpaksa harus menyerahkan istana ini kepada Jenderal Imamura, pemeritah pendudukan Jepang.
Pada tahun 1950, setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia, dan resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia.
Pada tahun 1968 Istana Bogor resmi dibuka untuk kunjungan umum atas restu dari Presiden Soeharto. Arus pengunjung dari luar dan dalam negeri setahunnya mencapai sekitar 10 ribu orang.
Pada 15 November 1994, Istana Bogor menjadi tempat pertemuan tahunan menteri ekonomi APEC (Asia-Pasific Economy Cooperation), dan di sana diterbitkanlah Deklarasi Bogor. [1] Deklarasi ini merupakan komitmen 18 negara anggota APEC untuk mengadakan perdangangan bebas dan investasi sebelum tahun 2020.
Pada 16 Agustus 2002, pada masa pemerintahan Presiden Megawati, diadakan acara "Semarak Kemerdekaan" untuk memperingati HUT RI yang ke-57, dan dimeriahkan dengan tampilnya Twilite Orchestra dengan konduktor Addie MS
Pada 9 Juli 2005 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melangsungkan pernikahan anaknya, Agus Yudhoyono dengan Anisa Pohan di Istana Bogor.
Pada 20 November 2006 Presiden Amerika Serikat George W. Bush melangsungkan kunjungan kenegaraan ke Istana Bogor dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kunjungan singkat ini berlangsung selama enam jam.

Bangunan dan ruangan di Istana Bogor

Sebelumnya Istana Bogor dilengkapi dengan sebuah kebun besar, yang dikenal sebagai Kebun Raya Bogor namun sesuai dengan kebutuhan akan pusat pengembangan ilmu pengetahuan akan tanaman tropis, Kebun Raya Bogor dilepas dari naungan istana pada tahun 1817.
Istana Bogor mempunyai bangunan induk dengan sayap kiri serta kanan. Keseluruhan kompleks istana mencapai luas 1,5 hektar.
Bangunan induk Istana Bogor terdiri dari:
  • Bangunan induk istana berfungsi untuk menyelenggarakan acara kenegaraan resmi, pertemuan, dan upacara.
  • Sayap kiri bangunan yang memiliki enam kamar tidur digunakan untuk menjamu tamu negara asing.
  • Sayap kanan bangunan dengan empat kamar tidur hanya diperuntukan bagi kepala negara yang datang berkunjung.
  • Pada tahun 1964 dibangun khusus bangunan yang dikenal dengan nama Dyah Bayurini sebagai ruang peristirahatan presiden dan keluarganya, bangunan ini termasuk lima paviliun terpisah.
  • Kantor pribadi Kepala Negara
  • Perpustakaan
  • Ruang makan
  • Ruang sidang menteri-menteri dan ruang pemutaran film
  • Ruang Garuda sebagai tempat upacara resmi
  • Ruang teratai sebagai sayap tempat penerimaan tamu-tamu negara.

Karya seni di Istana Bogor


Tengkorak harimau dari Thailand.
Banyak barang asli turun temurun yang berada di Istana Bogor rusak, hancur, atau hilang pada masa Perang Dunia II. Karena itu, seluruh karya seni dan perabotan klasik yang berada di Istana Bogor bermula dari awal tahun 1950.
Koleksi-koleksi karya seni dan dekorasi internasional banyak berasal dari hadiah negara-negara asing, yang memberikan aksen mewah di Istana Bogor. Salah satunya adalah tempat penyangga lilin cristal bergaya Bohemian dan karpet langka dari Persia yang melapisi lantai ruang utama di Istana Bogor.
Koleksi istana meliputi:


Kebun Raya Bogor

Sejarah


Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.
Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.

Monumen Olivia Raffles
Pada tahun 1814 Olivia Raffles (istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles) meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di Batavia. Sebagai pengabadian, monumen untuknya didirikan di Kebun Raya Bogor.
Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Dalam surat itu terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang lain.
Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti "tidak perlu khawatir"). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
Pada tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s'Lands Plantentuinte Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris).
Sekitar 47 hektar tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah pertamanya dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari bagian lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.
Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia).
Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub.
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor.
Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai wadah penelitian ilmuwan pada zaman itu (1880 - 1905).
Kebun Raya Bogor selalu mengalami perkembangan yang berarti di bawah kepemimpinan Dr. Carl Ludwig Blume (1822), JE. Teijsmann dan Dr. Hasskarl (zaman Gubernur Jenderal Van den Bosch), J. E. Teijsmann dan Simon Binnendijk, Dr. R.H.C.C. Scheffer (1867), Prof. Dr. Melchior Treub (1881), Dr. Jacob Christiaan Koningsberger (1904), Van den Hornett (1904), dan Prof. Ir. Koestono Setijowirjo (1949), yang merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat suatu pimpin lembaga penelitian yang bertaraf internasional.
Pada saat kepemimpinan tokoh-tokoh itu telah dilakukan kegiatan pembuatan katalog mengenai Kebun Raya Bogor, pencatatan lengkap tentang koleksi tumbuh-tumbuhan Cryptogamae, 25 spesies Gymnospermae, 51 spesies Monocotyledonae dan 2200 spesies Dicotyledonae, usaha pengenalan tanaman ekonomi penting di Indonesia, pengumpulan tanam-tanaman yang berguna bagi Indonesia (43 jenis, di antaranya vanili, kelapa sawit, kina, getah perca, tebu, ubi kayu, jagung dari Amerika, kayu besi dari Palembang dan Kalimantan), dan mengembangkan kelembagaan internal di Kebun Raya yaitu:
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama dan julukan, seperti
  • s'Lands Plantentuin
  • Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang)
  • Botanical Garden of Buitenzorg
  • Botanical Garden of Indonesia
  • Kebun Gede
  • Kebun Jodoh.
  • Kebun tete

Kota Bogor

Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Luasnya 21,56 km², dan jumlah penduduknya 834.000 jiwa (2003). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Pada masa kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg (pengucapan: boit'n-zôrkh", bœit'-) yang berarti "tanpa kecemasan" atau "aman tenteram".


Hari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.
Bogor (berarti "enau") telah lama dikenal dijadikan pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga dan balai-balai penelitian pertanian dan biologi berdiri sejak abad ke-19. Salah satunya yaitu, Institut Pertanian Bogor, berdiri sejak awal abad ke-20.

Letak

Kota Bogor terletak di antara 106°43’30”BT - 106°51’00”BT dan 30’30”LS – 6°41’00”LS serta mempunyai ketinggian rata-rata minimal 190 meter, maksimal 350 meter dengan jarak dari ibu kota kurang lebih 60 km.
Kota Bogor mempunyai luas wilayah 118,5 km² dan mengalir beberapa sungai yang permukaan airnya jauh di bawah permukaan dataran, yaitu: Ci (Sungai) Liwung, Ci Sadane, Ci Pakancilan, Ci Depit, Ci Parigi, dan Ci Balok. Topografi yang demikian menjadikan Kota Bogor relatif aman dari bahaya banjir alami.

Iklim, topografi, dan geografi

Kota Bogor terletak pada ketinggian 190 sampai 330m dari permukaan laut. Udaranya relatif sejuk dengan suhu udara rata-rata setiap bulannya adalah 26 °C dan kelembaban udaranya kurang lebih 70%. Suhu rata-rata terendah di Bogor adalah 21,8 °C, paling sering terjadi pada Bulan Desember dan Januari. Arah mata angin dipengaruhi oleh angin muson. Bulan Mei sampai Maret dipengaruhi angin muson barat.
Kemiringan Kota Bogor berkisar antara 0–15% dan sebagian kecil daerahnya mempunyai kemiringan antara 15–30%. Jenis tanah hampir di seluruh wilayah adalah latosol coklat kemerahan dengan kedalaman efektif tanah lebih dari 90 cm dan tekstur tanah yang halus serta bersifat agak peka terhadap erosi. Bogor terletak pada kaki Gunung Salak dan Gunung Gede sehingga sangat kaya akan hujan orografi. Angin laut dari Laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi hujan. Hampir setiap hari turun hujan di kota ini dalam setahun (70%) sehingga dijuluki "Kota Hujan". Keunikan iklim lokal ini dimanfaatkan oleh para perencana kolonial Belanda dengan menjadikan Bogor sebagai pusat penelitian botani dan pertanian, yang diteruskan hingga sekarang.
Kedudukan geografi Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya yang dekat dengan ibukota negara, Jakarta, membuatnya strategis dalam perkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi. Kebun Raya dan Istana Bogor merupakan tujuan wisata yang menarik. Kedudukan Bogor di antara jalur tujuan Puncak/Cianjur juga merupakan potensi strategis bagi pertumbuhan ekonomi.
"Source (Wikipedia)"